Senin, 27 Januari 2020

Arduino adalah pengendali mikro papan tunggal yang berfungsi open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobiis atau profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang digunakan di Arduino bukan assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka (perpustakaan) Arduino. Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:
* Murah - Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah lagi, tentu saja bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali lagi karena semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di situs web Arduino bahkan di situs web-situs web komunitas Arduino lainnya. Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok digunakan di Linux.
* Sederhana dan mudah pemrogramannya - Perlu diketahui tentang lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan cukup fleksibel untuk mereka yang sudah maju. Untuk guru / dosen, Arduino yang berbasis pada lingkungan pemrograman, sehingga jika siswa atau siswa-siswa yang menggunakan bahasa tentu saja akan dengan mudah menggunakan Arduino.
* Perangkat lunaknya Open Source - Perangkat lunak Arduino IDE yang disetujui sebagai Open Source, tersedia untuk para pemrogram yang dikembangkan untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C ++ yang berbasis Bahasa C untuk AVR.
* Perangkat kerasnya Open Source - Perangkat keras Arduino berbasis mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian, siapa saja yang dapat memperbesar (dan kemudian dapat menjualnya) perangkat keras Arduino ini, ditambah bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya. Dapat juga menggunakan papan untuk membuat perangkat Arduino periferal-periferal lain yang dibutuhkan.
KELEBIHAN ARDUINO
Tidak perlu pembuat chip perangkat karena harus ada bootloadder yang akan membutuhkan program unggahan dari komputer.
Sudah memiliki fasilitas komunikasi USB, dapat digunakan laptop yang tidak memiliki port serial / RS323 bisa digunakan.
Memiliki modul siap pakai (Perisai) yang dapat ditancapkan pada papan arduino. Contohnya perisai GPS, Ethernet, dll.
SOKET USB
Soket USB adalah kabel USB yang disambungkan kekomputer atau laptop. Yang mengerjakan untuk mengirim program ke arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.
INPUT / OUTPUT DIGITAL DAN INPUT ANALOG
Input / output digital atau pin digital adalah pin pin untuk menghubungkan arduino dengan komponen atau rangkaian digital. contohnya, jika ingin membuat LED menyala, LED ini bisa dipasang pada salah satu pin input atau output digital dan ground. komponen lain yang menghasilkan output digital atau menerima input digital bisa disambungkan ke pin pin ini.
Input analog atau pin analog adalah pin pin yang berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. contohnya, potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dll.

Pin pin CATU DAYA catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau yang kompatibel dengan arduino. Pada bagian catu daya ini pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung ke arduino tanpa melalui tegangan pada USB atau adaptor, sedangkan Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melalui tombol atau rangkaian eksternal.
Baterai / Adapter
Soket baterai atau adaptor yang digunakan untuk menyuplai arduino dengan tegangan dari baterai / adaptor 9V pada saat arduino sedang tidak disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer dengan USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak perlu memasang baterai / adaptor pada saat memprogram arduino.

Teknik Dasar Elektronika Industri

 26008 views 

teknik dasar elektronikaTeknik Dasar Elektronika Industri – Mempelajari elektronika sebenarnya tidaklah sulit. Cara belajar elekronika juga tak jauh berbeda dari belajar cabang ilmu yang lain. Hal pertama yang harus dimiliki jika seseorang ingin belajar elektronika adalah niat dan kemauan kuat untuk belajar.
Setelah itu anda harus mempelajari dasar-dasar elektronika mulai dari yang sifatnya teoritis sampai ke yang praktis. Pada artikel sebelumnya telah dibahas materi mengenai dasar elekronika dan kelistrikan. Anda bisa membaca artikel tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai dasar elektronika.

Teknik Dasar Elektronika

Cabang ilmu elektronika sendiri terbagi atas beberapa jenis. Salah satunya adalah elektronika industri. Secara garis besar, dasar dari semua cabang elektronika adalah sama. Berikut ini adalah beberapa materi teknik dasar elektronika industri yang harus dipahami jika anda ingin menjadi seorang teknisi elektronika yang mahir.
1. Teori Dasar Elektronika
Pondasi dari belajar elektronika adalah teori-teori dasar elektronika seperti teori atom, elektron, bahan penghantar, arus listrik, tegangan, daya, hukum ohm, dan beberapa teori yang lainnya. Anda bisa membacanya secara lengkap pada artikel teori dasar elekronika dan kelistrikan.